Hotel Kontiki (not) review

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa The Gilis itu terkenal dengan 3 pulau yang terangkai dan berjajar berdekatan dengan indahnya. Dan ketiga pulau ini benar- benar memukau dengan pantai yang keren. Di lautan ketiga pulau ini kita bisa snorkeling dan berenang sepuasnya. Dulu kami sewa perahu mesin untuk mengarungi ketiga pulau ini dari Senggigi Lombok, saat itu, akhir tahun 2011, kami menyewa dengan harga IDR 250K sepuas kami dari pagi sampe sore. Karena memang gak boleh melewati waktu sunset untuk melaut ato kalo mau nginep aja di salah satu Gili. Tapi saat itu gak kami lakukan karena Miku udah booking hotel full untuk seminggu di Senggiginya :(. Dan memang asiknya berlibur ke Lombok adalah ke Gili ato naik gunung Rinjani (next trip, maybe), karena Lombok sendiri kurang begitu menarik menurutku, kecuali kita ke pedesaan suku Sasak tinggal.

Kesalahan tersebut gak kami ulangi kali ini, makanya dari Bali kami langsung meluncur ke Gili. Tapi gak semua Gili itu indah dunk. Karena definisi indah menurut kami adalah pantainya gak begitu banyak pengunjung, masih sepi, bersih dan tenang.  Dan Gili pilihan kami adalah…

Gili Meno

Slowboat from and to Gili Meno

Slowboat from and to Gili Meno

Gili Meno ini terletak di tengah diantara Gili Trawangan dan Gili Air. Dan Gili Meno ini merupakan tempat tersepi diantara ketiga Gili, karena di Gili Trawangan banyak yang bilang setiap malam itu selalu ada party dan bunyi jedag jedug dunk, begitupun Gili Air. Memang benar paling sepi karena pas kami naik speed boat, yang turun di Gili Meno hanya beberapa orang aja, sedangkan banyak sekali penumpangnya yang ternyata turun di Gili Trawangan ato Gili Air. Nah, karena gak banyak orang jadinya pantai ini juga lebih ‘bersih’ daripada pantai kedua Gili yang lain. Tapi sayang itupun masih kotor :(. Dulu kami kesini masih bersiiiih sekali.

Trus, apa yang dilakukan di Gili Meno?

Kami disini mulai tanggal 22 September sampe 25 September.

Hari pertama 22 September, kami baru dateng dari Bali, masih mabok laut, capek dan cari penginapan kemudian check in. Setelah check in langsung makan dan bersantai sejenak di depan hotel. Kami menginap di hotel Kontiki yang jaraknya sekitar 800 meter dari pelabuhan Gili Meno. Pemandangan laut di depan hotel ini bagus banget dan dapet pantainya juga bersih dan luas. Waktu itu kami kena high season charge, jadi kamar dengan AC dihargai IDR 600K per malam. Tadinya sih mau nginep di hotel Biru Meno ato apa gitu namanya, tapi letaknya di belakang hotel ini dan kami udah kecapekan jalan (males lagi nyari- nyari) jadi berhentilah kami di hotel ini.

Kontiki bungalows

Kontiki bungalows

Ya untuk ukuran hotel di Gili sih ini termasuk lumayan, udah ada air bersih, kamar berAC, luas dan bersih. Kamar ini bisa ditempati untuk 3 orang, karena ada bed tambahan :D.

Kamar mandi dan bed tambahan

Kamar mandi dan bed tambahan

Kamar mandinya luas banget, sayangnya gak ada air panasnya, tapi siapa yang butuh air panas di tempat setropis ini? Dan airnya itu bukan air asin dari laut, meskipun yang untuk toilet tetep pake air asin.

Kemudian untuk sarapan, mereka menyediakan secarik kertas yang isinya adalah kita bisa memilih sarapan yang mereka sajikan, yaitu pancake ato toast bread dengan kopi ato teh ato jus jeruk. Jika ingin menambah menu lain maka kita harus bayar. Dan lumayan bosen sih jadinya karena selama 3 hari kami sarapannya begitu terus.

Tapi gak papa lah yang penting bisa tidur, walopun sempet jadi sakit kepala karena bantalnya yang keras banget. Rasanya kepala jadi kesemutan dan kram gitu deh. Handuk untuk mandi pun kasar. Selama 3 hari kami nginep di hotel ini, mereka gak membersihkan kamar kami 😦 padahal sebetulnya pelayanan mereka lumayan bagus sih. Tapi mungkin kurang kritik lagi aja supaya manajemen hotel ini lebih ditingkatkan. Memang sepertinya hotel ini dikelola oleh keluarga.

Kekecewaan masih terbayarkan oleh indahnya pemandangan di depan hotel kok 🙂

suasana depan hotel

suasana depan hotel

1LG2

pantai di depan hotel

Waktu itu kami penasaran dimana tempat kami dulu berenang dan snorkeling, jadi kami jalan- jalan di sepanjang pantai. Banyak sampahnya di sepanjang pantai, miriiiis :(. Padahal dulu masih bersih sekali… Jadi kami belom nemuin dimana tempat yang kami singgahi dulu itu :(. Merasa Gili Meno ini banyak berubah deh.

Hari selanjutnya? Kepanjangan kalo diceritain disini ntar keburu ngantuk nanti… Besok lagi yah 😉

Advertisements

39 thoughts on “Hotel Kontiki (not) review

  1. Bagus banget kak Cha Gili Meno ini yah.. Aku taunya Gili Trawangan aja yg happening, ternyata ini malah lebih bagus, pantainya masih sepi ya… Asik banget yaaah view depan kamar langsung pantai gitu huaaaa

  2. 3 thn lalu aku ke Lombok, mampir ke gili nanggu (ga nginep), serem klo nginep ah krn tinggal di pulau klo ada apa2, ngebayangin di film2 malah takut.
    Trus ke suku sasak ligat22sebentar, trus ke air mancur “sindeng gila”, klo mau berduaan aja cocoklah di Lombok sepii 😀 .

    • kalo bagian kesana bagus memang mbak, tapi kalo di senggigi bosen 😦 gak begitu bagus. Aku belom pernah ke Gili Nanggu, katanya belom banyak hotel di sekitaran sana 😦

  3. aku sukaaak nama hotelnaaa, kontiki, kayak nama perahu layar di seri novel anak jaman dulu, keluarga peep larson *lupa hihihi* adenya msh cadel, kontiki jd kontik, hihihi

    • Bandara mana nih, soalnya kmrn aku dr padang bay bali kesininya naik speed boat :(. Tp kalo bandara di Lombok Praya, lgs ke pelabuhan bangsal trus lanjut naik boat ke gili nya

    • Iya uda mulai kotor di beberapa tempat, tapi katanya sih ada dinas kebersihan gitu yang ngebersihin gaktau sebulan sekali ato 3 bulan sekali gitu. Tapi tetep aja yah, masa’ nunggu dibersihin dulu… Harusnya kita juga sadar dan menjaga kebersihan toh

  4. Aku udah lama banget gak ke Gili Meno, terakhir cuma sempat ke Trawangan. Btw, gak semua hotel di Trawangan berisik koq. Kalau mau tenang, ambil yang agak jauh dari Pasar Seni, Mbak.

  5. Aku tahun 2011 ke Lombok tapi cuma mampir ke Gili Trawangan dan itu pun gak nginep mba 😦 Pengen ke sana lagi, kemarin belum puas soalnya mengexplore Lombok huhuhu

mau komen juga boleh kok, silahkaaan... !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s