A piece of the exotism of Bali

Setelah bergelut dan kecewa atas perlakuan monyet- monyet nakal di Uluwatu Monkey Temple, kami hang out sekeluarga di sebuah pantai yang gak jauh dari temple tersebut. Dan masih di daerah Pecatu juga.

Kami langsung melihat magisnya tempat ini yang sempat membuat kami terpana. Suasana saat itu cerah, banyak orang yang berkunjung ke pantai ini. Tapi karena pantainya sedikit luas daripada pantai Padang- padang jadinya tempat ini terasa lengang. Di hamparan pasir pantai yang luas banyak sekali terdapat sunbed, tapi waktu itu kami gak berencana untuk menyewa dan hanya main- main air. Nyesel lagi karena hari itu gak bawa baju ganti loh :(. Tapi jikapun kami nekad untuk berenang bisa- bisa kami hanyut, karena ombak di pantai ini lumayan besar jadi memang gak aneh kalo banyak yang pake surfboard ato papan pelampung untuk bercengkerama dengan laut di pantai ini.

Nyesel banget, kenapa waktu itu gak menghabiskan lebih banyak waktu di pantai ini, sedangkan besoknya udah jadwal pulang.

Penasaran pantai yang aku maksud?

Mari kita liat penampakannya!

Masih belom puas? Nih foto- fotonya…

mengagumi karya Allah
mengagumi karya Allah
semoga tetap terjaga kebersihannya
semoga tetap terjaga kebersihannya
love this place so much!
love this place so much!
menghabiskan senja
menghabiskan senja
menikmati segarnya air mata biota laut (heh?)
menikmati segarnya air mata biota laut (heh?)

Udah pada tau pantai apakah ini? Dan baru di pantai inilah aku nemuin turis cewek dengan pedenya bertelanjang dada jalan- jalan di pinggir pantai dan gak risih gituh?!

Tapi serius deh, dari sekian banyak pantai yang telah kami kunjungi, pantai ini merupakan pantai favorit yang wajib dalam list kami untuk next trip (yang entah kapan, mudah- mudahan aja bisa dalam waktu dekat lagi).

Buat yang belom tau dan masih penasaran, ikuti terus ceritaku… Karena jawabannya akan ada di postingan selanjutnya.

#Di postingan ini boleh komen dan nebak nama pantainya tapi biar seru dan asik jadi aku gak jawab komen kalian yah :D
Advertisements

55 thoughts on “A piece of the exotism of Bali

mau komen juga boleh kok, silahkaaan... !

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s