Bali with Family

Tadinya ke Bali bareng keluarga ini mau bawa mobil dari Malang, tapi karena khawatir Papa capek dan kalo sewa sopir pasti ongkosnya lebih banyak lagi. Karena yang pasti aku maunya yang nyopirin adalah Oom sendiri, jadi pasti ngebayarin hotel, makan dan kebutuhan beliau saat di Bali. Bukan masalah uang sih, tapi percuma kan kalo ternyata Oom gak ngerti Bali, bisa nyasar dan abis waktu di jalan dunk yah. Jadi (setelah diskusi dengan Aggie) kami putuskan untuk naik pesawat dan sewa guide yang merangkap sopir + mobilnya yang dihargai IDR 400K per hari sepuas kami (karena biasanya kan juga 12 jam). Alhamdulillah juga keputusan kami ini tepat sekali karena menjelang berangkat ternyata Mommy sakit, tapi harus berangkat dunk namanya juga liburan keluarga. Kebayang kalo kita naik mobil dari Malang ke Bali, pasti tambah tepar begitu sampe di Balinya.

Tanggal 15 Agustus pagi kami berangkat dari Surabaya menuju Bali, sampe di Bali udah dijemput Mas Rio (guide+ sopir sewaan Aggie) dan langsung diantar ke hotel yang berada di sekitaran Kuta. Sampe di hotel, Mommy langsung teler dan sempet panas tinggi badannya, udah gitu kamar kami berada di lantai 3 dan bersebelahan tanpa ada lift pula. Mommy sedikit menggerutu dan minta pindah ke lantai dasar aja. Setelah bilang ke pihak hotel akhirnya bisa pindah tapi baru ada tanggal 17 Agustus yang kosong. Jadi terpaksa Mommy naik turun 2 malam itu.

Keesokan harinya, tanggal 16 Agustus, kita nekad jalan- jalan loh, meskipun Mommy sakit. Yah masa’ jauh- jauh ke Bali cuma pindah tidur kan yah. Dan hari itu kami ke GWK!!

Garuda Whisnu Kencana

Patung Garuda

Patung Garuda

Ini kali pertama aku ke GWK loh, hahaha, telat yah? Gak papa telat daripada gak pernah sama sekali kan yah? Aku baru tau loh kalo nantinya patung- patung yang didesain dan dibangun oleh Nyoman Nuarta ini akan dijadikan satu. Kebayang betapa tingginya patung ini kalo udah beneran jadi. Lah wong patung Garudanya aja sudah 18 meter sendiri tingginya, ditambah patung Dewa Whisnu yang tingginya 20 meteran.

Papa, Mommy dan Cha di depan patung Dewa Whisnu

Papa, Mommy dan Cha di depan patung Dewa Whisnu

Katanya sih kalo nanti patung ini udah jadi tingginya bisa mencapai 150 meter dengan sayap burung Garuda yang lebarnya 64 meter. Kapan ya kelarnya? Semoga nanti ketika kesana lagi dengan keluarga patung Garuda Whisnu Kencana ini sudah selesai.

Sejenak menonton Barong

Sejenak menonton Barong

Setelah jalan- jalan di GWK Cultural Park yang luasnya mencapai 240 hektar dibawah teriknya sinar matahari, kami sejenak makan dan menikmati es degan langsung dari buahnya. Rasanya itu tropis sekaliiii! Setelah beristirahat kami melanjutkan perjalanan ke pantai.

Desa Kutuh

Gak tau kenapa dinamakan Desa Kutuh, apa karena banyak kutunya? Ah suka- suka mereka lah. Yang jelas aku suka sekali ke Desa Kutuh ini karena pantainya yang menghipnotis sekali!!! Indah, sepi dan bersih! Letaknya di Bali Selatan dan tersembunyi di Desa Kutuh, Kuta Selatan, Badung.

Pantai Pandawa

Pantai Pandawa

Pantai Pandawa namanya. Beberapa kilometer menuju pantai ini terdapat tebing- tebing hitam yang kini dihiasi patung tokoh Mahabratha di beberapa celukan. Akses jalan menuju Pantai Pandawa ini pun sudah tidak susah lagi, letaknya tak begitu jauh dari GWK. Setelah GWK jalan 1 km ke arah Uluwatu sampe ketemu perempatan terus belok kiri (arah Nusa Dua), jalan terus sekitar 2 km ada pertigaan dengan tanda jalan Pantai Pandawa di kiri jalan lantas ikuti aja tanda tersebut.

Tebing hitam khas Pantai Pandawa

Tebing hitam khas Pantai Pandawa

Sewa Kano

Sewa Kano

Pasir di pantai ini kaya’ merica dan masih bersih lautnya, mungkin karena masih belum terlalu banyak pengunjung, mudah- mudahan selalu terjaga kebersihannya.

Kaya' baru ketemu pantai

Kaya’ baru ketemu pantai
Eh, penampakan di belakang sekseeeh yah?!

Sementara Mommy dan Aggie sakit dan istirahat dibawah sunbed yang harga sewanya IDR 50K per satu payung, aku dan Miku menikmati air pantai. Segeeeer! Bawaannya pengen nyebur, sayang waktu itu gak bawa baju renang. Setelah rame- rame merenung sampe tidur ngorok- ngorok di pantai ini, akhirnya kami memutuskan pulang untuk mengumpulkan energy, karena memang Mommy belom fit benar malahan Aggie dan Miku ikutan sakit 😦

Advertisements

41 thoughts on “Bali with Family

  1. katanya di berita setelah berapa lama dianggurin sekarang mau dilanjutin pembangunan patungnya,, tapi wacana deh kayaknya x)
    eia pantainya bagus bangeeett. yang di post di instagram ya itu mbak cha?

    • Waktu kemarin lewat situ juga gak ada pengerjaan masih, setauku patungnya itu hasil donor2 gitu yah,
      Pantai yang di instagram itu bukan hanya di pantai ini aja.

    • kalo gak dikelarin juga masih bagus karena bakal banyak spot2 yang dikunjungi, kalo kelar kan cuma satu aja, trus susah kalo mw ambil gambar karena patungnya ketinggian
      😀

mau komen juga boleh kok, silahkaaan... !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s