Birthday di Summerhouse

Tanggal 11 Mei kemarin adalah ultah saudara iparku satu- satunya. Rencana ultah ini diadakan di Summerhousenya di seberang pulau.

Ini kedua kalinya aku ke pulau ini, 2 tahun yang lalu kami ke pulau ini untuk merayakan ultahnya si Valter yang pertama setelah hari pembaptisannya. Pulau ini bernama Eknö.

map

Pagi itu, hari Sabtu aku dan Miku bangun pagi- pagi sekali supaya bisa mengejar jadwal keberangkatan ferry yang jam 11.45 itu. Dari rumah kami berangkat naik bus ke Danderyd Sjukhus (rumah sakit Danderyd) tempat aku melakukan operasi beberapa hari yang lalu itu.

Di parkiran rumah sakit para mertua sudah menunggu kedatangan kami, karena memang sudah janjian untuk pergi ke Stavnäs, pelabuhan ferry yang akan memberangkatkan kami ke pulau Eknö. Perjalanan Danderyd Sjukhus, Stockholm ke Stavnäs ini memakan waktu kurang lebih satu setengah jam, rasanya itu jauuuuh banget, mungkin karena kondisi tubuhku yang memang kurang fit. Hari itu cerah sekali dan suhunya sudah mencapai 18 derajat Celcius aja.  Sesampai di Stavnäs aku kelaperan, hingga akhirnya makan dibawah terik matahari french fries yang rasanya kurang mantap tanpa saus sambal. Padahal seringkali mengingatkan diri sendiri kalo bepergian supaya bawa saus sambel dari rumah. Sengaja hari itu berpanas- panasan karena cuaca masih gak mendukung, keliatannya aja panas terik, begitu ada awan tebal lewat menghalangi sinar matahari langsung adeeem, lagipula anginnya kenceeeng! Gak kebayang kalo gak bawa jaket tambahan, pasti akan menggigil, apalagi summerhouse yang kami tuju itu ada di pulau yang banyak pepohonan alias hutan.

Kapal yang kami naiki namanya Vaxö. Tiket untuk naik ferry ini 75 SEK per orang untuk sekali naik, tapi karena kami akan pulang hari itu juga jadinya kami langsung beli PP 150 SEK per orang. Tiket perjalanannya dibeli setelah masuk ke kapal yang kemudian harus ditunjukkan kepada petugas saat akan turun dari kapal. Di kapal ini ada juga semacam kafe kecil untuk beli makanan dan minuman ringan. Dan lama perjalanan yang kami tempuh sekitar 30 menit saja.

Ferry to Eknö

Ferry to Eknö

Inside the ferry

Inside the ferry

Ultah di hutan itu nyaris digagalkan karena mengingat aku yang baru aja operasi, takutnya kesusahan jalannya. Tapi aku yakin hari itu aku udah bisa jalan tanpa keluhan dan alhamdulillah udah membaik pas hari Hnya, meskipun kadang- kadang berhenti sebab terasa sedikit nyeri di dalam perutku. Dan gak mau keluarga kecewa karena gak jadi menikmati indahnya pemandangan alami di pulau Eknö.

Papa dan Mama mertua dan pacar Papa

Papa dan Mama mertua dan pacar Papa

View from the ferry

View from the ferry

Summerhouse in other island

Summerhouse in other island

Rumah- rumah di pulau sekitar terlihat cozy dan convenient banget, tapi sayang rumah- rumah ini bisa ditandangi cuma pas summer aja, karena kalo musim dingin pasti beneran sangat dingin sekali, belom lagi lautan pasti membeku dan gak bisa dilewati kapal dan lagi trek dari pelabuhan ke rumah yang licin. Sepertinya untuk punya rumah di pulau- pulau ini harus punya banyak duit banget deh. Gimana gak yah? Mau bangun rumahnya aja mesti sewa helikopter untuk ngangkut kayu dari dataran yang rendah ke poin tanah yang akan dibangun rumahnya.

Eknö island

Eknö island

Pemandangan disini memang indah sekali, suasanya pun tenang. Satu pulau biasanya diisi dari 5 sampe 10 rumah saja. Untuk menebang pohon di setiap pulau harus melalui proses panjang, gak bisa asal tebang, walaupun tuh pohon ada di tanah kita sendiri. Semua peraturan didiskusikan bersama- sama dengan pemilik summerhouse di pulau setempat.

Eknö, May 2013

Eknö, May 2013

Ultah iparku diadakan dengan sangat sederhana, seperti biasa, hanya sebatas makan bareng keluarga yang isinya adalah Mama, Papa, suami Mama dan pacar Papa :D, aku dan Miku, iparku, suaminya dan Valter. Hari itu cuma ngegrill Pork untuk mereka dan Entrecoté untuk aku dan Miku. Rame- rame makan diluar itu menyenangkan, sayang sekali agak- agak kedinginan pas angin berhembus dan awannya nutupin matahari.

Thorzell Family

Thorzell Family

Meskipun enak menikmati alam di pulau Eknö tapi kalo disuruh nginep di summerhouse ini aku gak mau, karena toiletnya gak nyaman sekali, air terbatas. Karena sebagai orang Indonesia, gak nyaman dunk kalo gak cebok pake air pas do number two, ya kan?! Sayang sekali aku gak sempet take picture WC listrik dan summerhousenya 😦

Jadi sesaat kami datang, Sara, adik iparku menunjukkan cara pemakaian WC listrik ini, jadi sebelum pake WC ini, pertama harus dipasang kertas berbentuk kerucut di tengah lubang WCnya kemudian do #1 or #2 deh, lantas kalo udah ditutup dan pencet tombol supaya kertas beserta kotoran- kotorannya tersebut terbuang ke lubang di bawah WC tersebut. Karena di summerhouse ini terbatas air maka dianjurkan untuk tidak menggunakan air jika tidak perlu. Jijik banget kan ?! Makanya aku gak kerasan kalo disuruh nginep. Makasiiih banget!

Rencananya nih kalo emang cuaca udah panas banget dan air di lautan udah mulai menghangat, kami mau coba- coba berenang disana 🙂 Asal ada ban ato pelampung sih aku mau 🙂 supaya gak tenggelam, bisa- bisa Miku nangis ntar kalo kehilangan aku 🙂 hehehe

Advertisements

37 thoughts on “Birthday di Summerhouse

  1. umma umma.. mau nebang pohon yang ada di tanah sendiri mesti di diskusiin dulu, mba.? sampe sebegitu repotnya.. tapi bagus juga sih supaya ngga langsung habis aja hutannya..
    mba, tanya nih. Entrecoté itu apaan yahh..?

    • iya beneran, harus diskusi, makanya tuh ipar agak jengkel waktu pengen nebang pohon depan rumah tapi penghuni lain gak setuju, karena mereka pengennya rindang 😦
      Entrecoté itu sirloin steak, daging sapi yang ada diambil di deket rib gitu deh, empuk dan enak banget.

  2. Waaaah… pulau2nya mirip yang tahun lalu aku datengin di norrköping. tapi memang ya summerhouse disini mah mahal. lah house benerannya aja mahal apalagi yang buat summer tok.. ahaha

  3. wah senengnya bisa jalan2 gitu, asal ga sering2an kesana mah gpp ya… kalo keseringan jg ga enak… jauh jalannya…

  4. waaaaaaa asik amat… rumahnya di hutan dan pinggir danau ya….
    gua selalu suka ama hutan dan danau lho…

    tapi jadinya suka ada binatang gak tuh kalo kayak gitu?

  5. Rumah-rumahnya lucuu, harus di cat merah ya?.
    Klo b.a.b kudu ada air, rasanya ga bersih kl ga pakai air, ada gayung kuatir bikin becek, disini kan toilet (kamar mandi) selalu kering. Terpaksa klo bersih2 isi botol aqua :D.

mau komen juga boleh kok, silahkaaan... !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s