Laparoskopi (Keyhole Surgery)

Seminggu yang lalu, seperti yang udah diketahui kan yah, aku menjalani operasi pengangkatan calon bayi yang ada dalam perutku selama 7 minggu.
Sedih? Ya iyalah! Tapi gakmau sedih berlarut- larut yang akhirnya membawaku dalam keterpurukan. Life must go on bukan?! Belom rejekinya kemarin itu. Insha Allah akan dikasih kesempatan hamil hingga melahirkan dan membesarkan anak di waktu yang akan datang dengan lancar dan kemudahan. Amin !
Sebelum dan sesudah menjalani operasi laparoskopi kemarin aku banyak browsing sana sini, cari informasi tentang operasi ini.
Dan menurut kesimpulanku sebagai orang awam adalah …. jeng jeng jeeeeng!

Apakah laparoskopi itu? Adalah proses operasi dengan menggunakan beberapa alat operasi yang bentuknya sudah dikondisikan untuk bekerja dalam lubang kecil- kecil.
Dalam kasusku kemarin itu, mereka membutuhkan 3 lubang untuk melakukan operasi ini, di bawah pusar, di perut bawah sebelah kiri dan beberapa centimeter dibawah perut.
Dokter menganjurkan laparoskopi karena zygotnya jauh dari rahim yang tidak memungkinkan untuk kuret dan juga tidak bisa hanya menggunakan obat peluruh, karena hormon (HCG)ku masih tinggi.
Setelah melakukan bius total, mereka memasukkan gas ke dalam perut agar ruang dalam perut untuk melakukan operasi lebih leluasa.
Setelah mengangkat zygot yang saat itu menempel di tuba falopi bagian kiri, mereka kemudian membuang beberapa milimeter (ato entah berapa ukurannya) saluran sel telur yang rusak dan gak mungkin bisa diperbaiki itu. Karena sekali terkena kasus seperti ini saluran sel telur sudah gak bisa digunakan lagi secara maksimal, kecuali mungkin zygot masih kecil sekali dan gak sempet merusak saluran yang kemudian jika ingin promil lagi harus dibersihkan dengan sistem hydro ato semacamnya.
Setelah dibersihkan di dalam dengan entah cairan apa, lantas jahit dan menyedot gas yang ditiupkan tadi maka lubang- lubang bekas operasi dijahit lagi. Dokterku juga bilang kalo mereka sudah mengecek kondisi saluran sel telur di bagian kanan, rahim dan lain- lain, dan alhamdulillah gak ada masalah, semua dalam kondisi baik dan sempurna.
Dari awal sadar ( sebelum bius bekerja) sempet liat jam saat itu setengah 1 siang, dan kembali dalam ruang pemulihan jam setengah 3 siang, yang berarti kurang lebih proses operasi adalah 2 jam.
Jam setengah 5 sudah kembali ke kamar dan tanpa ada bius- bius lagi kecuali painkiller paracetamol satu botol kecil yang diinfuskan ke selang di tangan. Luka bekas operasi tidak terasa sakit sama sekali, entah karena bius masih bekerja ato bagaimana. Tapi aku sudah bisa jalan sendiri ke toilet untuk BAK. Sementara itu setelah operasi diminta semalam menginap di rumah sakit untuk ngecek tekanan darah dan temperatur tubuh, takutnya ada efek samping dari operasi tersebut. Besoknya aku sudah bisa pulang.
Dokter memberikan jurnal proses operasi, beliau bilang aku gak perlu dikasih resep obat apapun, cuma kalo ada nyeri ato keluhan bisa minum obat painkiller tanpa resep dokter.
Dokter juga menganjurkan jika terjadi pendarahan berlebihan ato tiba- tiba demam tinggi agar langsung menghubungi mereka supaya dapat penanganan lebih lanjut, tapi syukur alhamdulillah semuanya baik- baik aja hingga sekarang. Dokter juga bilang, gak boleh mandi di bathtub dulu ato berendam ato berenang, takutnya infeksi bekas lukanya, gak boleh berhubungan dulu ama suami selama seminggu, abis itu terserah deh :). Plester lukanya boleh dibuka setelah seminggu, berarti aku bisa liat bekasnya besok duuunk! Uuuh perutku tak mulus lagi 😦 Sekarang bekas- bekasnya udah mulai gatal banget, kata orang udah mulai sembuh tandanya. Amin! Mudah- mudahan begitu.
Tapi yang paling penting adalah mudah- mudahan pas abis tes darah besok HCGnya menurun supaya gak masuk rumah sakit untuk kuret 😦
Oya di beberapa forum yang aku temukan banyak yang tanya, apakah setelah KET (kehamilan ektopik terganggu) ato kehamilan diluar kandungan bisa hamil lagi? Karena banyak diantara mereka berpikir jika saluran sel telur diambil maka susah hamil. Sebenarnya semua tergantung ama yang DIATAS yah lagi- lagi, wong yang normal aja juga kadang- kadang masih susah apalagi yang saluran sel telur udah tinggal satu. Jadi begini, dalam operasi ini yang diambil/dibuang itu saluran sel telur bukan ovariumnya. Dan sistem kerja saluran sel telur itu normalnya bergantian, jika saluran sel telur menyadari ada sel telur yang siap untuk dilepaskan maka salah satu dari mereka siap mengambilnya. Jika salah satu saluran dibuang maka yang bekerja tinggal satu dan menurut dokter yang mengoperasi aku kemarin itu gak akan berpengaruh banyak.
Yah mudah- mudahan memang begitu kenyataannya yah 🙂
Jadi tetap semangat juga buat ibu- ibu yang pernah mengalami kegagalan, semoga ini awal dari sebuah keberhasilan yang cemerlang 🙂

Advertisements

34 thoughts on “Laparoskopi (Keyhole Surgery)

  1. amiiin… yang jelas tetep berusaha sista… dan semoga kehamilan berikutnya ga ada masalah… amiiin… 🙂

  2. Salut deh, bener gak boleh larut dalam kesedihan. Semoga bisa cepet hamil lagi yah.. Trus sukses sampai melahirkan bayi yg sehat.. Aminn..

  3. Wah serem juga kehamilan diluar kandungan itu ya..kalo di Indo itu hrus dikuret pasti, dan dikuret itu sakitnya sama kya org melahirkan, juga pakai masa nifas 40 hari. Beruntunglah Mba tinggal diluar negeri, yg alat-alatnya sdh maju, jd mkn bekas operasinya juga kecil. Cuma namanya bekas operasi hati2 bisa keloid, juga luka dalam siapa tau blm smbuh.

    • Di postingan sebelumnya udah aku kasih tau, gak dikuret karena jauh dari rahim letaknya, KET itu letaknya beragam, bisa dimana2 dan aku kebagian yg letaknya di tuba falopi, yg akibatnya harus potong saluran sel telurnya 😦

  4. Pingback: Off to 2014 | Cha in Hate 'n Love

mau komen juga boleh kok, silahkaaan... !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s