The Movies

Yang namanya nonton bioskop selama aku tinggal di Stockholm bisa diitung dengan jari, karena ya emang banyak yang harus dipertimbangkan. Faktor- faktor tersebut adalah karena ;

  • Harga tiket masuknya mahal booo,

Kalo di Indonesia dulu bisa setiap seminggu 2 kali ke bioskop ama Aggie, ampe kadang- kadang bingung mau nonton apa, sebab filmnya udah pernah ditonton sebelumnya.

  • Film yang diputerin kadang- kadang suka telat ato gak update,

Suka sebel kalo pas liat Aggie ngiming- ngiming nonton film terbaru, pas dicek disini belom ada tuh film 😦 . Whuaaah! Ketinggalan jamaaan.

  • Suka puyeng kalo udah dapet subtittle dalam svenska,

Mending kalo udah dapet filmnya yang asli pake bahasa Inggris nah kalo ada selipan bahasa China ato Prancis ya udah deh, meneng … Yang ada sepanjangan film kagak tau apa pula yang dibahas. Palingan sih cuma nebak- nebak dari ngeliat gambarnya. Yah … nasib!

  • Temen nonton cuma Miku,

Mau ngajakin sapa? Diriku tak punya banyak teman disini. Kalo adapun, mereka udah ribet sendiri ama keluarganya. Apees …!

  • Selera film berbeda,

Kalo Miku sukanya film yang berbau- bau Sci- Fi (aliens, robot), animasi dan fantasi kalo aku lebih ke film action, comedy dan thriller. Jadi kalo mau nonton harus mempersiapkan 2 film yang rencananya akan ditonton bareng, satu versinya miku, satu versiku. Nah kalo udah nurutin kemauan keduanya, bisa bangkrut dunk bandar.

Jadi lantas bagaimanakah solusinya?

Sayang sekali belum nemu yang pas, jadi mending diem di rumah dan nunggu sampe filmnya diputerin di teve.

Tapi pas Christmast kemarin, aku ama Miku dapet voucher nonton dari Mama dan Papa, dapetnya sekitar 400 SEK. Dan pas sekali The Hobbit An Uxpected Journey diputerin di bioskop, tapi kok yah tuh voucher nanggung banget… buat nonton berdua kalo gak salah waktu itu sisa 90 SEK.

Akhirnya baru awal bulan kemarin kami pake sisa 90 SEK itu untuk nonton Wreck It Ralph!

taken from http://www.sf.se

taken from http://www.sf.se

Iya animasi! Tau dunk kan kalo keduanya itu demenannya Miku, lantas kapan giliranku?

Tapi film Wreck It Ralph ini lucu banget! Jadi aku sih gak keberatan nontonnya meskipun rada gak ngeh semua bagian ceritanya, karena lagi- lagi subtittlenya svenska (mintanya apa…? basa Jawa ?! pulang ke Kediri sono!).

Cerita Wreck It Ralph ini bermula dari sebuah permainan anak- anak, di dalamnya ada karakter Ralph sebagai bad guy dalam permainan tersebut, yaitu menghancurkan bangunan yang kemudian diperbaiki oleh Felix. Sebagai bad guy, ternyata dia merasa bosan dan iri kepada Felix yang setiap kali dapat pie dan pujian- pujian dari penghuni bangunan. Suatu saat, pada hari ulang tahun pemainan tersebut, Ralph tidak diundang ke pesta, karena dianggap bad guy yang tidak pantas berada dalam pesta, meskipun dia adalah bagian dari permainan. Hal ini semakin membuat Ralph jengkel, hingga dia nekad untuk masuk ke bangunan menjadi tamu tak diundang. Kecewanya lagi ketika melihat patung di kue ulang tahun, dia berada di bawah samping bawah bangunan berlumuran coklat yang dia samasekali tak suka, sementara yang lain berada di puncak tertinggi bangunan. Para penghuni menganggap bahwa dia cocok berada disitu karena tak mempunyai medali seperti yang dimilik Felix. Pertengkaran terjadi, hingga akhirnya Ralph memutuskan untuk membuktikan kepada mereka bahwa dia akan mendapatkan medali pahlawan meskipun mereka mengejek bad guy takkan pernah mendapatkan medali.

Ralph memutar otak dan berusaha keras untuk mendapatkan medali, hingga suatu saat dia bertemu seorang gadis kecil dalam permainan lain dan berperang dengan insekt yang bermutasi. Bagaimanakah akhir cerita ini?

Bagaimanakah nasib Ralph dan siapakah gadis kecil itu?

Pastinya gak seru dunk kalo aku ceritain disini, jadi kalo kalian yang punya baby- baby lucu, ini film aku rekomendasikan sekali deh. Karena emang banyak hikmah yang diambil dari film ini. Jadi tunggu apa lagi, luangkan jadwal bareng keluarga untuk nonton film animasi yang diputer dalam versi 3D ini.

Sementara itu, untuk mengobati rasa kecewaku, Miku jadi bajak dunia maya, oups! Saking sayangnya ama istri ampe jadi kriminal dianya. Miku mengunduh sebuah film yang bener- bener pengen nontonnya dari lama (mudah- mudahan cyberpolice gak ngeh).

The Expendables 2

The Expendables 2, taken from http://www.sf.se

Dulu pas nonton yang pertama pas kebetulan Miku di Indonesia, itulah kali pertama aku liat Jason Shatam lively, di sampingku … sambil megang tanganku!

Halah … boong dink!

Miku dibanding Jason Shatam sih masih menang Miku lah, menang gung kekurangan yang banyak, LOL! Samanya cuma di botak doank, abisan Miku lebih lemah lembut. Tapi keduanya idaman hati bangeeeet!

Di awal cerita The Expendables 2 ini udah tegang banget, banyak karakter lakon dari film- film lawas bermunculan, antara lain Arnold Schawzenegger, Chuck Norris dan JC. Van Damme yang kali ini jadi jahat. Kali ini si Jet Li cuma main di bagian pertama aja, dan ada karakter baru, Billy yang diperankan oleh Liam Hemsworth, asli dia ini cute banget yaaah! Tapi sayang Billy meninggal setelah itu, padahal Billy ini snipper yang pinter, muda, ganteng, cekatan dan … uuuh unyuuuuu!

Pokoknya wajib ditonton deh, aku gak mau banyak cerita disini, soalnya ntar buat yang belom nonton jadi gak menarik dunk.

Eh .. tapi buat teman- teman dianjurkan untuk tidak mendownload film tanpa bayar yah, jangan tiru Miku! Kami kan boke’ jadi sedikit pengecualian lah *pembelaan diri*

Advertisements

8 thoughts on “The Movies

mau komen juga boleh kok, silahkaaan... !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s