Perjalanan ke Asia Timur

Hari Minggu kemarin karena emang harinya gak mendukung, pagi- pagi aja udah turun salju aku yang udah bosen banget dunk diem di rumah terus akhirnya waktunya beredaaaar!

Dan perjalanan hari itu adalah ke Asia Timuuuuur! laaah … gak kejauhan? Dikit lagi udah bisa pulang dunk!

Hehehe gak ding! Masih di seputaran Stockholm aja kok, kasian yeee… mau kemana- mana musti mikir dulu. Beginilah nasib istri yang pengangguran, kalo mau pergi ke suatu tempat harus nabung dulu. Eeeh lahkok malah curhat!

So… yes … Asia Timur di Stockholm, ada yang aneh? Hmm… tidak sama sekali! Karena memang ternyata kebudayaan Asia Timur datang ke Swedia sejak beratus- ratus tahun yang lampau. Kebudayaan ini dibawa oleh keluarga Kerajaan Swedia yang mengimpor beberapa barang- barang dari China, Jepang dan Korea. Dan koleksi- koleksi tersebut kini bertengger manis dan terawat di sebuah museum yang bernama Östasiatiska Museet (Museum Asia Timur).

Jadi ceritanya nih jalan- jalan ke museum ini pas wiken kemarin 😀

Setelah hari itu ngecek cuaca, budget dan lokasi akhirnya kami meluncur ke museum ini. Letak museum ini di Skeppholmen, Stockholm, sekitar 1 kilometeran dari Grand Hotel dan National Museum yang kebetulan saat itu dalam renovasi.

Saljunya waktu itu setengah salju setengah air, jadi bisa dibayangin dunk betapa licin bin becek jalanannya. Dan seperti kebanyakan para swedish, Miku ngajakin jalan dari stasiun Kungsträgården ke Östasiatiska Museet ini, jauh booo menurutku yang emang gak doyan jalan kaki, apalagi dalam cuaca seperti ini. 

Tapi kelelahan itu terbayarkan, akhirnya sampe juga di Skeppholmen, tapi harus naik tangga lagi 😦

67

Di pintu masuknya sudah disambut dengan foto eksentrik kebanyakan orang Asia, dengan model Harajuku (bener gak sih) gitu deh.

gate Östasiatiska Museet

gate Östasiatiska Museet

Dari luar keliatannya kecil yah… Tapi aslinya bangunan ini memanjang, dari sini kita bisa liat pemandangan laut di sekitarnya. Indah sekali, cuma gak nahan kalo musim begini lama- lama di luar, jadinya kami memutuskan untuk segera masuk ke museum.

Setelah pintu masuk, sisi kiri tempat bayar tiket, yang pas aku cek di website harganya cuma 60 SEK (atau sekitaran Rp. 80ribuan gitu kali yah) tapi ternyata setelah dicek lagi ama Miku harganya 100 SEK, wualaaah piye toh! Tapi gapapa kan ada bandar 🙂 Jadi sementara Miku bayar tiket masuknya, aku ke sebelah kanan ato depannya kasir, mereka menjual pernak- pernik, buku dan beberapa barang yang diimpor dari Asia Timur.

114c114d114b

Koleksi yang dijual lucu- lucu, ada juga beberapa buku yang mengulas cari bikin origami. Tapi keburu puyeng duluan aku liatnya.

Dan ada satu lagi koleksi yang bikin aku jatuh cinta, unyu- unyu gitcuuuu …

Message doll

Message doll

Katanya sih ini boneka- boneka kecil untuk nulis pesan gitu, tapi gak tau gimana caranya 😦 Abis gak bisa dibuka sih, mau dibeli kemahalan, mending duitnya buat beli kue, kenyang …

Setelah puas liat jualannya itu kami segera meluncur ke area pameran. Sebelumnya di sepanjang dinding di area kafe ada foto- foto kegilaan orang Jepang.

Naked and Ran!

Naked and Ran!

Make Love in Public Area

Make Love in Public Area

Dan setelah itu ke ruang pameran yang dibagi menjadi 2 lantai. Lantai pertama itu tempat pameran barang- barang dari China, seperti dari berbagai dinasti yang seingatku sih cuma Tang, Qin dll.

Satu patung yang bikin aku lumayan bengong dan menarik perhatian.

114h

Buddhistik Helig Man (Louhan)

Dari keterangan namanya aku mikir sambil membandingan, kenapa Louhan? Apa karena jidatnya itu? Trus duluan mana adanya orang ini atau ikan Louhan? Seperti yang ada dalam infonya, patung ini adalah patung besi dari kepala orang suci dalam agama Budha.

114i

Liat betapa jenongnya! Ternyata jenongku masih gak seberapa dibandingkan dia. Tapi katanya nih kalo ikan Louhan, makin jenong makin mahal kan yah?!

Di lantai China ini, banyak sekali koleksi- koleksi cutleries dan piring- piring yang diimport dari China pada awal tahun 1400- sekian. Pada waktu itu memang lagi tren- trennya keindahan brang- barang China ini dan menarik hati keluarga kerajaan untuk memilikinya.

114k114l

Vinkoppar

Vinkoppar

Koleksinya unyu- unyu banget kan yah 😉  tepat diatas ini adalah foto dari cangkir- cangkir unik, Vinkoppar (cangkir wine), tapi anehnya kok untuk minum wine? Apa aku salah persepsi yah?

114p

Dan aku kurang mengerti maksudnya yang satu ini untuk apa? Tapi lucu sih yah, ato mungkin untuk makan daging kepiting yang sudah diolah terus dimasukkan ke dalam wadah ini tanpa harus pake cangkang aslinya? Memang sangat kreatif sekali.

Beralih dari China, kami berjalan menuju lantai Jepang dan Korea yang dijadikan satu karena memang koleksi- koleksinya tidak terlalu banyak. Kebanyakan sih cuma pernak- pernik kecil untuk dekorasi rumah, tidak seperti koleksi China yang lebih usefull.

Japanese and Korean's collections

Japanese and Korean’s collections

Yang sedikit menarik perhatian adalah sebuah peralatan seperti eReader gitu, isinya tentang informasi transformasi kebudayaan di Jepang. Yang aku liat waktu itu transformasi dari Japanese’s hairstyle.

Transformasi Japanese's Hairstyle

Transformasi Japanese’s Hairstyle

Dan untuk gaya rambut seperti di gambar itu ternyata yaowoooh .. ribet sekali! Kalo gak salah baca nih yah pake segala logam, kerang- kerangan, plastik dll untuk dekorasinya, terutama gaya rambut seperti Geisha itu. Aku aja pake sanggul udah puyeng apalagi kalo dibikin begini yah 😦

Beranjak dari sini kami menuju sebuah ruangan yang nampak koleksinya lebih modern, sayangnya lebih baik aku gak display disini soalnya agak menghebohkan! Banyak pornoaksinya buuuuu …!

Jadi di ruangan heboh ini temanya “Secret Love”, yaitu beberapa lukisan dan foto- foto para pecinta homogen ato biseksual, cowok- cowok bugil dan transeksual. Asli cantik tapi berburung. Adeuuwh!

Ada juga foto para remaja Jepang yang asli deh aku heran, kok bisa yah dandanan aneh -menurutku- ini bisa jadi trendsetter?

114s

Gaya eksentrik yang memadukan warna- warni ngejreng di setiap penampilan mereka. Kalo dibuat ke semacam suatu acara mungkin keren kali yah, nah kalo orang awam yo aneh aja, disangka orang gila kalo di Indonesia dandanan kaya’ begini kali.

Di tengah ruangan ada semacam ruangan dengan 4 layar besar dan beberapa headset untuk melihat beberapa gaya hidup dan masalah yang terjadi di Jepang.

Di belakangnya ada dinding yang penuh dengan tempelan kertas- kertas, semacam angket ato formulir gitu deh.

114u

Karibu Islands Birth Certificate

Di formulir ini ditanyakan biodata, ketertarikan pada (cewek, cowok ato malah keduanya?), apa yang dilakukan saat baru lahir (?) -masih ingetkah kalian- . Pokoknya tuh beberapa pertanyaan yang di luar nalar gitu deh.

Dari perjalanan ini yang aku suka adalah bagian terakhirnya, yaitu … Fikaaa! Harapannya yah kalo masuk ke Museum Asia Timur yang dijual yah kuliner Asia Timur dunk yah! At least mie kuah deh, pliiiis, kan cocok tuh kalo pas adem- adem gini. Tapi sodara- sodara … kecewanya sayaaaah … ga ada makanan yang berbau asia- asia gitu.

Choco Muffin, Sweet Potato Cake, Green tea Cheesecake

Choco Muffin, Sweet Potato Cake, Green tea Cheesecake

Nemunya cuma ini, enak sih, harganya sekitar 35 SEK per biji dan kecil imut- imut jadinya aku order lebih deh. Padahal ngarepnya bisa makan dumpling ato pangsit deh pangsit … lapeeer!

Advertisements

11 thoughts on “Perjalanan ke Asia Timur

mau komen juga boleh kok, silahkaaan... !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s