Buah Kejujuran

Tanggal 11 kemarin udah mulai sekolahku yang sesi kesekian ini. Heran deh udah belajar setahun sebulan nih, tapi tetep aja masih bego ūüė¶

Dan kali ini sekolahnya makin sulit tapi dibikin distance gitu. Jadi gak perlu dateng ke sekolah untuk ketemu guru (kalo gak perlu banget). Mungkin sistem ini emang cocok buat yang sibuk kerja dan udah gape Svenska, nah guweh …? belom mudeng juga nih ūüė¶ !

Tapi hari ini udah selesai dunk ngerjain 2 tugas dari sekolah, yaaay …!

Dan sekaranglah saatnya aku mau bercerita tentang BUAH KEJUJURAN, untuk buah yang satu ini pohonnya hasil perkawinan dari KEYAKINAN dan KEBERANIAN.

Kisah ini bermula dari seorang Putri Tempe yang dipersunting oleh Pangeran Kepiting. Putri Tempe yang tadinya tidak menyukai Pangeran Kepiting mau tidak mau harus menerimanya karena perjodohan yang telah ditetapkan oleh kedua orang tua mereka.

Sang Putri akhirnya berserah diri dan perlahan mencoba mencintai Pangeran Kepiting, hingga suatu saat di malam yang indah, saat mereka hanya berdua di kastil, Putri Tempe mengungkapkan suatu hal yang mengganjal di hatinya selama ini.

“Kanda, maafkan aku, tapi asalkan kanda tau, aku bukanlah wanita baik- baik seperti yang kanda ketahui selama ini. Tapi semenjak aku menikah dengan kanda, aku kubur dalam- dalam semuanya. Masa lalu aku begitu pekat dan aku tak mau mengingatnya lagi, itulah mengapa baru hari ini aku jujur pada kanda. Aku mengumpulkan kekuatan untuk mengatakan hal ini. Aku ingin menjadi istri yang sempurna untuk kanda. Maka dari itu, aku ingin dukungan kanda, membantuku bagaimana caranya agar aku bisa melakukan yang terbaik untuk kanda”

Pangeran Kepiting terperangah atas adanya kebenaran itu. Pangeran berlari meninggalkan Putri tanpa kata- kata, berlari ke sebuah danau. Pangeran berteriak sekuat tenaga di pinggir danau tersebut, hingga suara teriakan itu bisa didengar oleh Putri Tempe yang kemudian menangis tersedu- sedu melihat reaksi sang Pangeran.

Putri tak pernah menyangka jika Pangeran akan bereaksi munafik seperti itu, karena memang sebelumnya Pangeran tau jika Putri memang bukanlah wanita baik- baik walaupun bukan dari mulut Putri sendiri. Bahkan sang Pangeran pun dengan tega setiap hari mengunjungi putranya dari perempuan desa yang tidak pernah dinikahinya, tanpa sepengetahuan Putri. Itu sangatlah menyakiti hati sang Putri. Namun Putri hanya memendamnya dalam hati.

==========

Beberapa hari kemudian, nampaknya kemarahan Pangeran Kepiting sudah mulai mereda. Di saat itulah akhirnya Putri Tempe memberanikan diri untuk bertanya tentang anak “rahasia” Pangeran Kepiting.

“Anak itu sudah ada sebelum aku menikahimu, jadi jangan kamu permasalahkan itu!” ucap Pangeran dengan ketusnya.

“Dan karena kamu sudah tau, maka aku tak perlu lagi merahasiakan setiap kepergianku menemui putraku itu” tambahnya lagi dengan yakin.

Putri Tempe tak bisa berbuat apa- apa, bagaimanapun anak itu adalah anugrah dari Allah SWT, lagipula mereka juga belum dikaruniai seorang anak, jadi tak apalah, pikir sang Putri.

Suatu senja Pangeran Kepiting menyatakan maksudnya untuk mengambil putranya, kontan saja itu membuat sang Putri tersentak. Selama ini Pangeran tak pernah meminta pendapatnya jika Pangeran ingin memelihara putranya itu sendiri. Putri Tempe bersedih sekali, tak bisa membayangkan bagaimana jadinya kehidupan rumah tangga mereka. Sedangkan saat ini saja, setelah pengakuan sang Putri waktu itu, Pangeran berubah drastis. Apalagi jika putranya berada di kerajaan itu. Putri Tempe berserah kepada Allah SWT. Dalam setiap doanya Putri Tempe berharap agar Allah segera mengaruniai mereka seorang anak dan kehidupan rumah tangga mereka membaik.

==========

Saat Pangeran Kepiting berburu di hutan, datanglah seorang perempuan desa yang setelah diketahui adalah ibu dari putra sang Pangeran. Perempuan itu datang menangis memohon kepada Putri Tempe agar tidak mengambil putra harapan satu- satunya. Putri Tempe semakin bingung dibuatnya.

“Jika memang itu mau anda, kenapa anda tidak pergi meninggalkan desa saja? Agar Pangeran Kepiting tidak mengambil anak anda. Sebenarnya saya juga kurang berkenan jika Pangeran mengasuh putra anda. Saya sendiri tidak siap, karena memang kehidupan rumah tangga kami masih belom stabil saat ini.” kata Putri Tempe dengan jujur.

==========

Pangeran Kepiting murka karena dia tak pernah bisa menemui putranya lagi, seorang penduduk desa mengatakan jika putranya dibawa pergi jauh oleh perempuan desa sesaat setelah dia menemui Putri Tempe.

“Aku¬†tidak mengusirnya kanda, … ” Putri Tempe menceritakan kejadian di hari itu sebelum si perempuan pergi meninggalkan desa untuk selamanya.

“Kamu memang perempuan tak tau diuntung Putri! Beruntung meskipun kamu¬†wanita jalang, tapi aku masih mau memperistrimu. Tapi kini kamu membuatku jauh dari anakku!”

==========

Pangeran Kepiting jarang pulang ke istana, dia lebih suka duduk berlama- lama di kedai bersama teman- temannya, mabuk- mabukkan dan main perempuan. Jikapun pulang, dalam keadaan mabuk dan keringat bercampur wewangian perempuan yang dengan mudahnya dia beli diluar istana. Putri Tempe meminta tolong beberapa penasihat agar dibuatkan ramuan- ramuan agar Pangeran bisa kembali baik. Tapi ternyata semuanya sia- sianya. Hingga suatu saat Putri Tempe mendengar jika Pangeran sudah punya tambatan hati yang lain. Putri Udang sudah memikat hati Pangeran Kepiting. Sangat kejam kenyataan bagi Putri Tempe karena Putri Udang itu sudah dia anggap seperti saudaranya sendiri, tapi sudah tega menusuknya dari belakang dan mengkhianati kepercayaan yang telah dia berikan kepada Putri Udang saat dia pergi membesuk orang tuanya.

Putri Tempe, Putri Udang dan Pangeran Kepiting melakukan pembicaraan serius mengenai hal ini, tentang perselingkuhan yang terjadi diantara mereka ini. Putri Udang menyatakan dengan jelas akan meninggalkan Pangeran Kepiting, bahkan berani pula mengatakannya diatas kitab suci.

Namun, kelegaan itu tak berlangsung lama setelah ternyata Putri Tempe mendapati Pangeran Kepiting masih menjalin hubungan dengan Putri Udang. Putri Tempe yang sudah melakukan berbagai macam cara untuk mempertahankan hubungan mereka akhirnya menyerah juga. Putri Tempe menyerah karena sakit yang ditulari oleh sang Pangeran, akhirnya Putri Tempe pulang ke istananya sendiri, karena selama sakit Pangeran Kepiting tak peduli padanya.

Selama sebulan Putri Tempe terbaring sekarat tanpa ada kabar dari suaminya, Ibu dan Ayahanda murka dan melarang Putri Tempe untuk menemui Pangeran Kepiting lagi.

==========

3 tahun sudah berlalu tapi nasib Putri Tempe masih menggantung, janda tidak, istripun juga tidak. Sedangkan dia mendengar jika hubungan Pangeran Kepiting dengan Putri Udang semakin erat seakan dunia hanya milik mereka berdua bahkan berita kemesraan mereka itu mengusik ketenangan istana. Raja dan Ratu, orangtua dari Pangeran Kepiting mengutuk keras hubungan mereka itu, karena memang Pangeran masih berstatus suami Putri Tempe dan mereka tau jika Putri Udang itu berkepribadian buruk, jelas kan dari tindakannya mengusik rumah tangga orang saja.

Putri Tempe dengan seorang lelaki, Pangeran Duren, mendatangi kerajaan Lada tempat Pangeran Kepiting  tinggal. Putri meminta agar Pangeran menyelesaikan urusan cerai mereka dengan alasan dia akan menikah dengan Pangeran Duren. Sebelum ini ketika Putri Tempe meminta cerai Pangeran Kepiting tidak mau mengabulkannya, alasannya dia tidak ingin kehilangan Putri Tempe tapi diapun tak mau melepaskan Putri Udang. Belakangan Putri Tempe tau, mungkin ini salah satu cara untuk Pangeran Tempe melampiaskan dendamnya, menyiksa Putri Tempe. Tapi kali ini, Putri Tempe bersikeras dan mengancam akan menuntut Pangeran Kepiting jika dia tidak menuruti keinginan terakhirnya tersebut.

==========

Selepas dari Pangeran Kepiting, jatuhlah Putri Tempe di pelukan Pangeran Duren. Seperti yang dia pernah katakan kepada Pangeran Kepiting, dia juga mengatakan secara jujur kepada Pangeran Duren tentang dirinya, masa lalunya yang kelam. Pangeran Duren sedikit lebih bisa menerima daripada Pangeran Kepiting. Tapi itu menjadikan Pangeran Duren sangat overprotektif, cemburuan setengah mati. Pangeran Duren pun tak pernah mau menemani Putri Tempe pergi ke penasihat kerajaan saat mereka ingin mempunyai anak. Semuanya dilakukan Putri Tempe sendiri tanpa ada bantuan Pangeran Duren, maka tak heran usaha mereka untuk memiliki anak masih juga belom berhasil.

Putri Tempe sudah sekian lama hidup bersama dengan Pangeran Duren, tanpa sepengetahuan orangtuanya. Suatu saat Putri Tempe mengungkapkan kepada orangtuanya bahwa dia telah menikah siri dengan Pangeran Duren. Berita tersebut memukul hati sang orangtua, tapi mau bagaimanan lagi? Semua telah terjadi. Karena itulah, orangtua Putri Tempe mengundang mereka untuk datang ke Kerajaan Sayur, untuk mengenal lebih dekat Pangeran Duren, tapi Pangeran Duren tak mau datang berkunjung ke Kerajaan Sayur dimana orangtua Putri Tempe tinggal. Ini sangat menampar hati orangtua Putri Tempe, bagaimana seseorang mau tinggal dengan anak mereka namun tidak mau mengenal orangtuanya?

Setelah lama berpikir keras dan penuh pertimbangan, akhirnya Putri Tempe memberanikan diri untuk memutuskan hubungan mereka jika memang Pangeran Duren berkeras hati untuk tidak mengenal lebih jauh orangtua Putri. Dan karena Putri Tempe lebih memilih orangtua yang telah membesarkan dan mendidiknya selama ini dengan penuh kasih sayang.

==========

Beberapa kali mengalami kegagalan tak membuat kehidupan Putri Tempe menjadi suram, bahkan kini Putri Tempe lebih banyak menghabiskan waktu untuk keluarganya dan hidup bahagia.

Hingga suatu saat berkenalan Putri Tempe dengan pemuda bernama Rebung yang berasal dari Negara Keju, yang jauh sekali. Entah bagaimana awalnya, mereka dipertemukan takdir sedemikian rupa. Seperti biasa, Putri Tempe menceritakan masa lalunya yang kelam kepada Rebung. Kali ini Putri Tempe lebih mempersiapkan diri untuk sebuah perlakuan yang sekiranya membuat hubungan mereka memburuk. Tapi syukurlah, pemuda yang satu ini lebih dewasa dan menerima apa adanya keadaan Putri Tempe. Menurut Rebung semua adalah masa lalu, yang sudah terjadi ya sudah, ingin kembali untuk memperbaiki juga tidak mungkin. Tapi lebih baik mempersiapkan masa depan agar tidak terjadi kesalahan- kesalahan serupa di masa lalu. Masa lalu juga tidak perlu dikubur, sebab suatu saat kita perlu melihat ke belakang, karena masa lalu adalah guru terbaik. Seperti kaca spion dalam mobil. Untuk mengendarai mobil ke depan kita perlu melihat spion.

Meskipun Rebung sangat berbeda adat dan kebudayaan dengan Putri Tempe tapi akhirnya perbedaan itu memberi warna dalam kehidupan mereka. Rebung memperlakukan Putri Tempe selayaknya sang Putri di gubuknya. Meskipun mereka tinggal di gubuk yang sama sekali tidak ada apa- apanya dibanding kemewahan istana yang Putri Tempe tinggali sebelumnya, tapi mereka bahagia. Putri Tempe masih merasa bahwa dia hidup di istana bersama pemuda yang dia cintai.

Ternyata kemewahan itu tak menjamin adanya kebahagiaan, menurut Putri.

==the end ==

Dalam cerita diatas dapat dipetik hikmah bahwa kejujuran itu harus diungkapkan, meskipun kenyataannya akan sangat menyakitkan. Banyak faktor yang diperlukan untuk mengatakan suatu kejujuran, persiapan batin, mental, keberanian dan yakin. Banyak pengorbanan yang harus dilakukan saat mengatakan kejujuran. Resiko setelah mengatakannya bisa bermacam- macam, tergantung kepada siapa dan bagaimana karakter orang yang akan menerima ungkapan kejujuran tersebut.

Dan aku yakin, kejujuran itu lebih indah kok. Mungkin awalnya akan menyakitkan, tapi itu sebenarnya menuntun kita ke sebuah akhir yang indah.

Jadi jangan takut untuk mengatakan kejujuran!

Etapi ngomongin tentang Putri Tempe dan Pangeran Kepiting, Duren dan Rebung jadi laper …

Untuk ngobatin lapernya aku suguhin yang satu ini deh yah ūüôā

Putri Tempe dan Rebung

Putri Tempe dan Rebung

Biar tambah lapeeer ūüėÄ

Selamat menikmati !

Advertisements

2 thoughts on “Buah Kejujuran

mau komen juga boleh kok, silahkaaan... !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s