Odenplan Läkarhuset

Kemarin aku dan Miku pergi ke Odenplan Läkarhuset atau bisa dibilang RS. Odenplan. Hari itu aku bangun agak siangan, sekitar jam 10an gitu deh, trus langsung siap – siap dan gak lupa obat Voltaren supositoria diattach sebelum berangkat, gunanya sih untuk merelaksasi otot – otot di sekitaran alat vital, supaya pemeriksaan yang akan aku lakukan berjalan lancar. Tapi sumpah deh bo, nervous amat! Aku membayangkan saat plastik kateternya yang ada kameranya itu masuk ke leher rahim, udah gitu pas aku sedikit mengintip di beberapa forum katanya sakit ^~^

Tapi sepagian itu sudah 2x aku BAB, mungkin saking nervousnya yah, jadi bolak balik ke toilet. Giliran pas Voltarennya dah masuk ke *maaf* lubang anus, eh malah perut jadi berasa kembung. Gak parah sih, mungkin hanya perasaanku saja. Jam 12.20 seperti yang sudah kami sepakati, aku berangkat dari rumah, rencananya ketemu Miku di Västra Skogen, stasiun dekat tempat Miku kerja. Rencana berjalan lancar, aku ketemu Miku di saat yang tepat, meskipun dia sempat celingak celinguk nyariin istri tercinta di gerbong yang mana. Lantas kami melanjutkan perjalanan ke Fridhemsplan, ganti T-Bana menuju Odenplan stasiun. Dan yang aku suka nih, ternyata rumah sakitnya gak jauh dari pintu keluar stasiun. Tapi kami datangnya kepagian, hihihi, jadilah mampir ke toko buku barang sebentar.

10 menit kurang dari waktu booking, langsung kami jalan lagi ke rumah sakit. Rumah sakitnya keliatan sangat privat sekali, tapi nampaknya itu bukan rumah sakit melainkan tempat pemeriksaan, lab dll deh. Karena sepertinya gak ada tempat untuk menginap pasien, setau aku sih yah. Kami langsung meluncur ke lantai 8 tempat ultragyn seperti yang diinstruksikan di surat yang aku terima beberapa minggu lalu. Setelah lapor ke resepsionis dan bayar pake free card, kami langsung dipersilahkan duduk sambil nunggu giliran dipanggil dokter. Sekitar 20 menit nunggu, akhirnya dipanggil juga. Eeeh, deg – degan loooh. Ditanyain dokternya pake Svenska pula *tepokjidat*, untungnya dia ngomongnya gak cepet – cepet amat, cuma kalau sudah istilah kedokterannya keluar yang ada aku cuma bisa bengong sambil ngelirik Miku sesekali waktu. Dokter memastikan pula kalau aku dalam keadaan tidak hamil saat akan melakukan pemeriksaan ini, maka dari itu pada awalnya kami dilarang melakukan hubungan suami istri dari hari pertama aku menstruasi hingga 12 hari. Akhirnya aku dipersilahkan bu dokter untuk tiduran di tempat pemeriksaan, ranjang panas ! Udah gemeter duluan gue liatnya! Pertama pake alat ultrasound yang dimasukkan ke dalam *maaf* vagina, bu dokter liat kalo semuanya baik – baik saja, kemudian dia bilang mau memasukkan plastik kateter dengan menyemprotkan cairan khusus, untuk melihat kondisi saluran fallopianku. Dia bilang akan sedikit sakit seperti sakit pas menstruasi gitu, agak sedikit kram. Dan bener aja pas disemprotkan cairannya aku ngerasain agak kaku – kaku gitu di dalam perut. Abis itu alat ultrasoundnya bisa dengan jelas liat kondisi saluranku. Dan alhamdulillah semuanya seperti harapan, gak ada masalah, gak ada apapun yang menghambat jalannya sel telur menuju rahim kecuali hormonku yang memang tinggi. Seperti yang dikatakan suster sebelumnya, hasil tes darahku hormonnya tinggi, makanya sel telurnya mood – moodan keluarnya sesuai keadaan hormonku. Susah juga sih yah kalau begitu. Abis pemeriksaan tersebut aku diminta minum 2 obat antibiotik untuk menghindari adanya infeksi yang berlebihan akibat pemeriksaan. Tapi nanti tanggal 4, kami mau ketemu dokter lagi, mudah – mudahan langkah selanjutnya juga lancar.

Advertisements

mau komen juga boleh kok, silahkaaan... !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s