Program Kehamilan II

 
Kemarin aku bolos sekolah demi mendapatkan bayi, eits … tunggu dulu ! Dapetnya mah bukan langsung, eeh disitu ada bayi looh , yuk ambil satu ! Bukan begitu. Masih inget kan tentang postinganku tentang Program Kehamilan ? Kalo belom silahkan dibaca lagi deh.
Karena indikasi yang belom 100 % benar tapi aku belom hamil – hamil juga maka kami memutuskan untuk melanjutkan research di fertility center di Sofia Hemmet, Stockholm. Pagi itu ujan deres dan lumayan jauh juga jarak rumah sakit dari rumah, tapi demi deh … Naik bis terus naik T- Bana akhirnya nyampe juga di rumah Sofia yang gede amat itu  Sofia Hemmet. Kami bertemu dokter Gottlieb, kalo ga salah begitulah namanya. Menurut beberapa orang di komunitas yang membahas tentang dokter ini sih bagus, sabar, bekerja sama dan good listener gitu, mudah – mudahan bener ya. Alhamdulillah syukur setelah diperiksa pake ultrasound di dalam rahimku, hasilnya sel telurku banyak yang artinya subur, tapi memang ada sedikit flek PCOS (bukan PCOS yang parah) dan bisa dirangsang dengan obat agar sel telur keluar dan siap dibuahi.  Pemeriksaan kali ini gak berakhir disini aja. Kami , berdua aku dan Miku harus menjalani beberapa pemeriksaan lanjutan, seperti tes darah dan melihat tuba fallopi jikalau ada masalah di saluran tersebut. Dan mereka cuma mengambil sample semen atau maaf, sperma dari Miku, juga tes darah.
Tes darah untuk melihat hormon, allergi atau ada penyakit atau tidak dalam diriku akan dilakukan pas di hari ketiga menstruasi. Sedangkan untuk pemeriksaan tuba fallopi dilakukan antara 1 – 12 hari setelah menstruasi. Jadi tau sendiri kan, perjuangannya sangatlah panjaaaang. Dari pertama kali bikin janji untuk ke fertility center ini sendiri sudah kami lakukan sejak sekitar bulan Maret dan baru dapet waktu kemarin itu. Nah belom lagi nanti bikin janji lagi untuk periksa tuba fallopi ini. Aduwh, lumayan bikin stress sih yah. Tapi bagaimanapun, kalo mau sesuatu jadi baik itu butuh usaha keras.
Setelah nantinya dapat hasil dari pemeriksaan yang cukup banyak dan ribet itu, kami akan berdiskusi lagi dengan dokter. Pada intinya dalam diskusi itu adalah menentukan langkah apa yang sebaiknya ditempuh agar aku bisa cepet hamil dan punya anak. Serius deh, aku dan Miku udah pengen banget punya anak. Dan lagi mommy udah yang cerewet aja minta cucu. Lah dikira gampang aja gitu kayak mommy dulu, saben 5 tahun pas pemilu hamil. Yang jelas sih aku dan Miku sudah berusaha semampu kami, lagi – lagi kan Allah yang menentukan. Berusaha dan berdo’a memang kunci utama segala cita – cita.
Advertisements

mau komen juga boleh kok, silahkaaan... !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s