From Bandung With Love

Beberapa hari yang lalu aku nonton film Indonesia di youtube, judulnya “From Bandung With Love”, yang main Marsha Timothy dan entah sapa nama pemeran cowoknya. Sebuah cerita tentang penyiar radio acara curhat masalah percintaan di Bandung yang selalu melakukan penelitian untuk topik – topik percintaan yang diangkat di acaranya. Sampai akhirnya dia jatuh cinta ke obyek penelitiannya sendiri dan selingkuh dari pacarnya yang amat sangat setia dan asli ga macem – macem. Ini bukan pertama kalinya aku nonton film ini, tapi setiap kali nonton rasanya dibuat geregetan oleh ulahnya Vega yang diperankan Marsha Timothy ini. Gimana tidak ya? Pacarnya udah baik, cakep, setia, ga cerewet eeeh masih juga diselingkuhin.
Tapi …. poin dari postingan kali ini lebih ke jengkel karena dari judulnya aja udah bagus kan tuh. Tapi mana Bandungnya ? Bandungnya cuma sebatas si Marsha kerja sebagai penyiar radio remaja di Bandung. Kenapa tidak mengangkat keindahan kota Bandung yang super cozy itu ? Padahal banyak kan tuh yang bisa ditunjukkan dari kota Bandung ?
Kuliner di Bandung, batagornya, martabak, yoghurt yang asli seger banget dari Lembang, halah … jadi ngiler.
Pusat perbelanjaan, di Dago kan banyak tuh berjejer factory outlet yang menawarkan bermacam – macam merk, kualitas dan model.
Belum lagi wisata alam, seperti kebun stroberi, tangkuban perahu, kawah putih dan situ patenggang atau trans studio.
Kenapa Indonesia ga mencontoh dari film – film India yang kebanyakan selau mempertunjukkan keindahan negara mereka yah ? Padahal Indonesia tak kalah indah dari India, malahan mengangkat keindahan negara lain, seperti film Eifel, I’m in Love dan Love in Perth. Dari sekian banyak film Indonesia, aku suka film Sang Pemimpi, sampai akhirnya pengen banget bisa pergi ke Babel. Begitu indahnya pulau itu, ceritanya pun sarat dengan informasi yang bagus.
Belakangan lagi santer – santernya aku mempromosikan Raja Ampat, Papua ke teman – temanku juga Miku. Tapi Miku pengennya ke Bromo, well maybe Raja Ampat akan masuk dalam rencana liburan beberapa tahun mendatang, mengingat …. mahal banget ! Bisa dibilang berlibur ke Maldives lebih murah dibandingkan ke Raja Ampat, tapi mungkin karena fasilitas di Raja Ampat masih sedikit dan pula transportasi ke pulau itu masih belom ada selain harus naik boat dari Papua. Kalau bermalam di Raja Ampat juga masih tergolong mahal. Tapi kalau mau sekedar diving / snorkeling , bisa sedikit menghemat, tapi tetap sewa boat untuk seharian. Udah ga sabar untuk bisa ke Raja Ampat.

Advertisements

mau komen juga boleh kok, silahkaaan... !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s