Sinetron

Aku kini sudah kembali ke Indonesia untuk mengurus segala sesuatu yang berkenaan dengan Resident Permit yang kuajukan tanggal 21 Juli 2011, berharapnya dapat keputusan segera dari pihak kedutaan Sweden *sudahcukupstresdibuatnya* .
Sekarang aku sudah cukup tenang kembali ke pelukan orang tuaku untuk sementara waktu di Samarinda, setelah beberapa hari kemarin panas dingin demam tak karuan shock cuaca yang sangat berbeda antara Indonesia – Sweden. Tetapi … Aku juga agak shock karena ternyata Mommy punya hobi baru. Nonton sinetron, yang jelas-jelas aku sangat tidak menyukainya. Kenapa ? A). Ceritanya suka berbelit-belit, B). Episodenya bisa nyampe 3000 sekian *mulainenekkumasihbisaikutansenamhinggaakhirnyameninggaldunia*, C). Topiknya antara lain tentang orang kaya dan balas dendam, D). Bikin stress, dan masih banyak alasan lainnya.
Apakah cerita dalam sinetron itu merupakan gambaran dari kehidupan yang ada di Indonesia ? Ataukah karena cerita dan gaya hidup yang ada di sinetron itu maka banyak orang yang mencontek tingkah laku dan merubah kepribadian mereka ? Sepertinya , saran saja sih , persinetronan di Indonesia harus lebih ditingkatkan kualitasnya. Diseleksi dulu cerita-cerita yang benar-benar mempunyai mutu dan mendidik. Jangan hanya membuat sinetron untuk keuntungan sepihak saja. Menjual produk yang membuat produsen dan penjual kaya tanpa memikirkan pembeli yang menikmati tapi tak menjadi lebih baik. Mohon dipikirkan ya para produser sinetron yang terhormat.
Powered by Cha’s BlackBerry®
Advertisements

mau komen juga boleh kok, silahkaaan... !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s